Ketegangan dagang antara dua kekuatan ekonomi dunia kembali meningkat setelah salah satu pihak mengumumkan tarif tambahan untuk sejumlah komoditas strategis.
Para analis memperingatkan bahwa eskalasi ini berpotensi mengganggu rantai pasok global, khususnya untuk komponen elektronik dan bahan baku industri manufaktur.
Negara-negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, disebut perlu mengantisipasi dampak tidak langsung dari ketegangan ini terhadap sektor ekspor mereka.

