Tim peneliti dari sebuah lembaga riset dalam negeri mengembangkan prototipe baterai ramah lingkungan berbahan dasar mineral lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan.
Prototipe ini diklaim memiliki siklus daur ulang yang lebih baik dibanding baterai lithium konvensional, meski kapasitas energinya masih perlu ditingkatkan.
Riset lanjutan akan berfokus pada peningkatan densitas energi sebelum memasuki tahap uji coba skala industri.

