Sebuah startup teknologi lokal memperkenalkan asisten kecerdasan buatan yang mampu memahami beberapa bahasa daerah, termasuk Jawa, Sunda, dan Minang. Produk ini diklaim sebagai yang pertama dengan cakupan bahasa daerah seluas itu.

Pendiri startup tersebut menjelaskan bahwa model bahasa dilatih menggunakan korpus teks dan rekaman percakapan yang dikumpulkan langsung dari komunitas di berbagai daerah, dengan persetujuan dan kompensasi bagi kontributor data.

Produk ini rencananya akan diuji coba pada layanan publik di beberapa daerah sebelum dirilis secara luas ke masyarakat umum tahun depan.